Pesan Sang Ibu (Karya Wiji Thukul)
Tatkala aku menyarungkan pedang Dan bersimpuh di atas pangkuannya Tertumpah rasa kerinduanku pada sang ibu Tangannya yang halus mulus Membelai kepalaku... Tergetarlah seluruh jiwa ragaku Musnahlah seluruh api semangat juangku Namun sang ibu berkata... Anakku sayang, apabila kaki sudah melangkah Di tengah padang... Tancapkanlah kakimu dalam-dalam Dan tetaplah terus bergumam Sebab, gumam adalah mantra dari dewa-dewa Gumam mengandung ribuan makna Apabila, gumam sudah menyatu dengan jiwa raga Maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan Yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar Yang nantinya akan mampu merobohkan istana yang penuh kepalsuan Gedung-gedung yang dihuni kaum munafik Tatanan negeri ini sudah hancur, Anakku... Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini Mereka hanya bisa bersolek di depan kaca Tapi, membiarkan punggungnya penuh noda Dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana